Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/mujahidi/public_html/config/library.php on line 4

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/mujahidi/public_html/config/library.php on line 7

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/mujahidi/public_html/config/library.php on line 8

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/mujahidi/public_html/config/library.php on line 9

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/mujahidi/public_html/config/library.php on line 12
Kajian Hadits Arbain An-Nawawi, Hadits ke 20 “Keutamaan Malu” - Mujahidin FM Pontianak
Home
USTADZ ON AIR
Kajian Hadits Arbain An-Nawawi, Hadits ke 20 “Keutamaan Malu”
Kajian Hadits Arbain An-Nawawi,  Hadits ke 20 “Keutamaan Malu”

Kajian Hadits Arbain An-Nawawi, Hadits ke 20 “Keutamaan Malu”

Oleh: Abuya Nanang Zakaria
Disampaikan di  105.8 FM Pontianak
Diringkas Oleh: Griya Dakwah Pontianak

عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ.[رواه البخاري ]
Dari Abu Mas’ud, ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshari Al Badri radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya di antara ungkapan yang dikenal manusia dari ucapan kenabian terdahulu ialah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah semaumu.” [HR. al-Bukhari]
Malu merupakan bagian dari akhlak Islami, juga merupakan bagian dari cabang keimanan. Rasulullah bersabda: 
إِنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا وَخُلُقُ الْإِسْلَامِ الْحَيَاءُ
Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu (H.R Malik, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh al-Albany dalam Silsilah as-Shahihah)
وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ
Dan sikap malu adalah salah satu cabang dari keimanan (H.R al-Bukhari no 8 dan Muslim no 50
Atau dalam sabda yang lain:
الْحَيَاءُ مِنَ الْإِيمَانِ وَالْإِيمَانُ فِي الْجَنَّةِ وَالْبَذَاءُ مِنَ الْجَفَاءِ وَالْجَفَاءُ فِي النَّارِ
Malu adalah bagian dari iman, dan iman di surga. Sedangkan berkata kasar adalah termasuk perangai yang kasar, dan perangai yang kasar (tempatnya) di neraka (H.R atTirmidzi, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan al-Albany)
Dengan memiliki rasa malu dapat menghalangi seseorang melakukan maksiat, demikianlah pendapat Ibn Qutaibah. Lihatlah, jika seorang memiliki rasa malu utuk menampakkan auratnya, maka ia akan menutupnya dengan sempurna sesuai yang dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan hal demikian itu menghindarkan wanita dari berbuat maksiat. Jika seorang malu untuk melakukan korupsi, karena ia merasa bahwa Allah senantiasa mengawasinya dan berapa banyak pihak yang akan dirugikan dengan perbuatannya, maka ia tidak akan korupsi dan hal itu menjadikannya tidak melakukan maksiat. Jika seseorang malu jika tidak melaksanakan sholat sementara nikmat Allah yang tidak terhitung nilai dan jumlahnya senantiasa ia dapatkan, pasti ia tidak akan meninggalkan sholat. Jika ia malu kepada Allah karena nikmat yang begitu besar yang ia peroleh tentunya ia akan membayar zakat, infaq dan sedekah. 
Lihatlah, betapa rasa malu itu akan mendatangkan banyak kebaikan dan menghindarkan seseorang dari perbuatan maksiyat. Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
الْحَيَاءُ لَا يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ
Malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan (H.R alBukhari no 5652 dan Muslim no 53)

Anjuran untuk memiliki sifat malu adalah merupakan warisan dari seluruh para Nabi. Sebagaimana yang kita pahami dari hadits Rasulullah di atas “Sesungguhnya di antara ungkapan yang dikenal manusia dari ucapan kenabian terdahulu ialah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah semaumu.”. Maka kita sebagai penerus para Rasul hendaknya memiliki sifat malu. Al-Imam Al-Shan’ani mengulas tentang sifat malu dengan berkata: “ Malu itu ada dua jenis. Ada yang bersifat naluri, dan ada pula yang bersifat perilaku. Jenis yang kedua ini mesti di usahakan ( melatih diri untuk malu ). Kita wajib mengarahkan sifat malu kita menjadi perilaku yang sesuai dengan syariat.”
Perasaan malu haendaknya ditempatkan sesuai dengan tempatnya yaitu, malu jika tidak menjalankan perintah Allah atau malu karena melanggar perintah Allah. Maka ada bentuk sikap malu yang salah, yakni malu ketika harus menyampaikan yang benar, atau malu ketika menjalankan perintah Allah dan malu saat melanggar perintah-Nya. Misalnya, seorang laki-laki malu untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid nati dikatakan sebagai orang ‘alim atau dikatakan riya’ atau seorang wanita malu jika harus menutup auratnya nanti dibilang ndak gaul atau ketinggalan zaman. Maka malu seperti ini adalah salah.
Sifat malu yang dimiliki oleh seorang hamba akan mendatangkan banyak faidah, semakin dekan dengan Allah, senantiasa mendatangkan kebaikan dan menghindarkan diri dari maksiyat. 
“Jika engkau tidak malu, berbuatlah semaumu”

Berita Terkait

Polda Kalbar Selidiki Simbol PKI di Universitas Tanjungpura

Polda Kalbar Selidiki Simbol PKI di Universitas Tanjungpura

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Rabu (7/10) saat ini sedang mendalami motif ditemukannya tulisan yang mirip ..

12.658 Jamaah Tinggalkan Makkah Hari Ini

12.658 Jamaah Tinggalkan Makkah Hari Ini

REPUBLIKA.CO.ID,  MAKKAH – Jumlah jamaah haji di Makkah terus berkurang. Setiap hari, ribuan jamaah haji meninggalkan Kota Kelahiran ..

98 Persen Kuota Terserap Jamaah yang Belum Berhaji

98 Persen Kuota Terserap Jamaah yang Belum Berhaji

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Kementerian Agama menyatakan 98 persen kuota terserap untuk jamaah yang belum pernah berhaji pada penyelenggaraan ibadah ..

El Nino Berakhir, Indonesia Harus Siap Hadapi La Nina

El Nino Berakhir, Indonesia Harus Siap Hadapi La Nina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemunculan El Nino yang kemudian diiringi La Nina harus diantisipasi. Berdampak sama tidak menguntungkannya dengan El ..

Kemenag Seriusi Penggunaan Gelang GPS

Kemenag Seriusi Penggunaan Gelang GPS

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Kementerian Agama kembali mengeluarkan rencana melengkapi gelang identitas jamaah haji dengan fasilitas Global ..

Pencarian

Agenda

PROGRAM ACARA HARI INI

KAJIAN KITAB AL KABAAIR

(05:15:00 - 06:00:00 WIB)

SHABAHUL KHOIR

(07:00:00 - 09:00:00 WIB)

VOICE OF ISLAM

(09:00:00 - 09:30:00 WIB)

REQUEST HATI

(09:30:00 - 11:00:00 WIB)

INFO AKTUAL DUNIA ISLAM

(11:00:00 - 11:30:00 WIB)

RELAY SHOLAT DAN TAUSIYAH DZUHUR

(11:30:00 - 12:30:00 WIB)

MAR AH SHALEHAH (KAJIAN MUSLIMAH)

(13:00:00 - 14:30:00 WIB)

SAMUDERA HIDAYAH

(14:30:00 - 15:00:00 WIB)

USTADZ ON AIR (HADIS ARBAIN)

(16:00:00 - 17:30:00 WIB)

SAMUDERA HIDAYAH

(19:30:00 - 20:00:00 WIB)

ISYHADU BI ANNA MUSLIMIN

(20:00:00 - 21:00:00 WIB)

TAUSIYAH MALAM

(21:00:00 - 21:15:00 WIB)

Media Partner